Modem dan Provider Internet Yang Paling Murah
Menurut teman-teman modem apa yang paling murah?
Awal mula saya mulai membeli adalah modem sekitar tahun 2009 lalu. Saya sangat tertarik dengan promo dari Indosat paket modem Huawei E220 bundling kartu Matrix. Alhasil saya pun membeli paket itu dengan harga Rp 1.200.000. Mahal memang, karena pada saat itu internet dengan modem belum sepopuler sekarang. Untuk biaya bulanan kartu Matrix saya dikenakan biaya tetap sebesar Rp 200.000 dengan kuota 1,25 G. Artinya, jika saya menggunakan internet dengan kuota berlebih, dikenakan charge sebesar Rp 1/Kb. Nah repotnya, saya harus nebeng nama pada bos saya untuk bisa mengeluarkan kartu Matrixnya, ini karena Matrix hanya diperuntukkan bagi mereka yang sudah punya pekerjaan tetap.
Menjelang 5 bulan saya mulai tidak suka dengan paket Matrix ini. Soalnya, selain mahal, koneksinya juga lambat. Tidak jarang koneksi putus tiba-tiba. Akhirnya, saya melirik IM2 yang juga masih saudara sama Matrix. Hmm, saya termasuk pembeli IM2 perdana launcing di Makassar dan pada masa itu saya dapat paket perdana dengan harga Rp 150.000 serta biaya bulanan sebesar Rp 100.000. Wow, saya pun mengakhiri pemakaian kartu Matrix dan menggunakan IM2.
Nah, dimasa-masa awal, IM2 adalah provider internet yang menurut saya cukup memuaskan. Murah dan cepat. Selang beberapa bulan kemudian pengguna IM2 di Makassar semakin melonjak. Bahkan pada saat itu tidak ditemukan lagi penjualan paketan IM2 Unlimited yang Rp 100.000 per bulan. Akhirnya, karena kebanyakan pelanggan, koneksi IM2 menjadi sangat lambat. Untuk membuka akun facebook saja harus menunggu selama beberapa menit.
Saya pun tertarik dengan paket Flash dari telkomsel. Menurut teman-teman di Makassar sini, flash adalah layanan terbaik. Saya kemudian berkunjung ke gerai telkomsel bermaksud mendaftarkan diri sebagai pelanggan flash. Shit!! Ternyata untuk kartu flash, kita harus memiliki kartu halo telkomsel, yang berarti harus memiliki pekerjaan tetap, atau penanggung (sama dengan kartu matrix). Saya tidak mau merepotkan siapa-siapa untuk nebeng nama lagi. Wah, selamat tinggal flash.
Seiring dengan membanjirnya provider internet, saya pun mulai tertarik dengan kartu XL karena mendengar isu dari beberapa media yang mengiklankan XL adalah layanan internet paling murah dan cepat. Yup, saya datang lagi ke salah satu toko penyedia kartu XL unlimited. Dan Shit, ternyata modem yang saya beli itu telah dikunci oleh indosat. Artinya, saya tidak bisa menggunakan provider selain indosat. Duh…dunia…susahnya dikau dikejar!!
Pencarian yang tak berujung untuk sebuah layanan internet murah dan cepat di negeri ini. Iseng-iseng saya pun membeli modem CDMA. Ini karena hasutan teman yang katanya CDMA dengan layanan kartu flexi cukup murah dan terbilang cepat. Yup, selama satu bulan pemakaian flexi cukup mantap, untuk browsing saja. Kalau mau download, duh flexi tidak akan mampu, soalnya koneksinya sangat lemah dan sering putus. Uh shit…! Bulan selanjutnya, malah untuk mengkonekkan dengan flexi sudah tidak bisa lagi. Dasar!!
Sekarang, yah apa boleh buat, saya kembali menggunakan IM2 dengan modem indosat saya. Duh, adakah layanan internet yang mudah, murah dan cepat di negeri ini?





