Makassar

Gejolak Pembangunan Ruko Di Tamalanrea

Posted in Makassar on February 15th, 2010 by Kaimun – 1 Comment

ruko tamalanrea makassarTamalanrea, Makassar bagian timur dikenal orang karena disitulah letak kampus merah Universitas Hasanuddin. Melalui Perda RTRW Makassar Nomor 6 tahun 2006, Tamalanrea ditetapkan sebagai suatu kawasan pengembangan terpadu salah satunya untuk pendidikan tinggi.

Perkembangan Kota Makassar yang terjebak mengarah ke timur (soalnya lahan di utara dan selatan sudah habis, di barat…… mah laut) membuat Tamalanrea (yang berada di wilayah timur) menjadi semakin sesak. Di sepanjang jalan perintis kemerdekaan di Tamalanrea mulai membanjir bangunan ruko. Gejolak pembangunan ruko tentunya sangat tidak sesuai dengan arahan mengenai kawasan ini untuk menjadi suatu kawasan pengembangan terpadu perguruan tinggi.

Puncaknya, hadirlah Makassar Town Square (M Tos). Issunya dulu, demi menghormati beberapa almamater yang ada di Tamalanrea, M Tos akan dijadikan mall berbasis pendidikan. Tapi, sepertinya itu hanya issu yang dilemparkan oleh orang yang sangat tidak bertanggung jawab. Walapun sich…sebenarnya asyik juga mejeng di M Tos habis jam kuliah… hehe.

ruko tamalanreaLanjut, seakan tidak ada matinya, bermunculan ruko-ruko yang menancap di Bumi Tamalanrea. Ironis, ketika saya melihat pembangunan ruko Top Mode, ruko CV Sumber Rejeki (yang jual alat kimia), ruko tempatnya Briton, ruko Bakso Ati Raja dan beberapa lainnya, ruko-ruko ini menjadikan halaman depan mereka sebagai halaman dengan lantai beton penuh!! Wow, ini perbuatan menantang alam untuk menghadirkan banjir.

Lihat pada musim hujan barusan. Kios-kios kecil samping STMIK Dipanegara akhirnya tenggelam. Bahkan kampus STMIK Dipanegara terpaksa merelakan sebagian dari lapangan basketnya untuk menjadi rawa selama musim hujan. Huh…

Seiring dengan perkembangan di kawasan Tamalanrea, beban jalan Perintis Kemerdekaan pun semakin berat. Hmm, jika melewati jalan ini pada jam pergi dan pulang kantor, mending singgah dulu di M Tos, mejeng sebentar untuk tunggu jalan sunyi.

Bone Kota Beradat

Posted in Makassar on December 8th, 2009 by Kaimun – 5 Comments

Watampone Bone merupakan wilayah penting dalam sejarah kerajaan-kerajaan Bugis Makassar. Tokoh sentral dalam sejarah  di Bone adalah Aru Palakka. Begitu agungnya nama Aru Palakka di Bone, hingga banyak sekali dapat dijumpai replika Aru Palakka baik berupa patung, gambar, dan lainnya. Tentu pula banyak orang yang menggunakan trah (nasab) dengan nama Aru Palakka ini.

Beberapa hari lalu, saya berkesempatan mengunjungi Bone. Ini saya lakukan untuk keperluan mengurus surat-surat tanah. Kesan saya terhadap kota ini cukup baik. Watampone sebagai ibukota Bone layak dengan penghargaan adipuranya.

Kota Watampone Bone cukup bersih dengan penghijauan yang sangat apik dan tertata rapi. Akan tetapi, yang khas dengan Bone menurut saya adalah dialek pembicaraan orang Bone yang memiliki ritme, sopan dan halus.

Untuk megunjungi Watampone, butuh perjalanan sekitar 4 jam dari Makassar. Kondisi jalan baik dengan medan jalan berbukit-bukit terjal. Namun perjalanan akan menjadi sangat menarik karena pemandangan alam kawasan cagar alam yang dilewati. Nah, jika mengunjungi Bone jangan lupa singgah makan jagung di Bantimurung. Atau, jika punya banyak kesempatan, bisa juga singgah sebentar di kawasan wisata Bantimurung.

Bone sulse

Potensi wisata desa Puntondo Kabupaten Takalar

Posted in Makassar on November 21st, 2009 by Kaimun – 4 Comments

Takalar berjarak sekitar satu setengah jam perjalanan dengan sepeda motor dari Makassar. Kabupaten ini menyimpan banyak sekali potensi yang bisa dikembangkan. Diantara potensi itu adalah pariwisata keindahan alam.

Sebelumnya, saya hanya mengenal satu lokasi pariwisata di Takalar, namanya kawasan wisata Topejawa. Tempat ini merupakan kompleks wisata pemandian dengan aset utama pantai yang indah. Saya mengunjungi tempat ini sewaktu rapat kerja Himpunan Mahasiswa Arsitektur (HMA) FT UH sekitar tahun 2007 lalu.

Dua tahun kemudian saya jalan-jalan ke Takalar dan tertarik untuk mencari alternatif tempat wisata. Ternyata sekitar 20 km dari Topejawa saya menemukan lokasi baru. Belum terlalu baik penataan tempatnya.  Tapi sudah terlihat sangat menggiurkan buat pecinta wisata alam dan penyuka jalan-jalan. Nama tempatnya adalah desa Puntondo.

Wow..tempat ini ternyata berada di ujung kaki huruf K dari pulau Sulawesi. Serasa berada di ujung dunia. Menariknya, di desa ini ada LSM lingkungan hidup yang membangun semacam kawasan wisata dengan menonjolkan pengelolaan lingkungan hidup, dan lebih menarik lagi, masuk di tempat ini GRATIS. Tapi tidak gratis jika anda ingin menginap dan makan, hehe..

Menurut saya, pantai di Puntondo layak dijagokan. Gradasi warna air yang tercipta menjadikan rasa sadar terhadap keindahan dan keagungan ciptaan Tuhan Yang Maha Kuasa.  Andai punya banyak waktu, tentunya saya bakalan menceburkan diri berenang. Tapi sayang, perjalanan yang jauh mengakibatkan saya harus berpikir membagi waktu agar tidak kemalaman sampai di Makassar.

pantai puntundo

sampah puntundo

pplh puntundo

pplh puntundo

pantai puntundo