Bagaimana rasanya ujian akhir sarjana
Posted in Kampus on January 21st, 2010 by Kaimun – 2 Comments
Bagi seorang mahasiswa, ujian sarjana menjadi semacam momok untuk dan harus dilewati dalam prosesi meraih gelar sarjana. Setelah beberapa bulan menggodok tugas akhir yang dibantu dan diawasi dosen pembimbing akhirnya harus dipertanggung jawabkan, selama dua jam lebih di depan beberapa dosen penguji.
Permasalahan utama dalam proses ujian adalah kemampuan vokal mahasiswa dalam membahasakan tugas akhir yang dibuatnya sendiri. Suasana ujian oleh pihak kampus memang dirancang untuk membuat mahasiswa takjub dan diserang gugup. Dengan suasana seperti ini, kemampuan berbicara yang sudah diasah dari rumah pun berkurang atau bahkan sudah tergantikan dengan rasa takut yang mencekam dari ujian sarjana.
Nah, sebagai seorang mahasiswa yang jujur dan berani bertanggung jawab, ujian sarjana harusnya menjadi sebuah ajang pembuktian ilmiah yang memberikan sensasi rasa senang karena proses yang lama setelah kuliah bertahun-tahun akan segera berakhir.
Bagaimana caranya, memunculkan sensasi rasa senang menghadapi ujian sarjana? Hmm, jika kamu sudah merasa mumpuni dengan tugas akhir kamu. Yakin bahwa tugas akhir itu sudah memenuhi prosedur, dan kamu jujur mengenai tugas akhir itu, sensasi itu akan datang sendiri. Yakinlah..!!
Selamat ujian sarjana bagi mahasiswa PWK Unhas untuk periode studio akhir 2009-2010. Semoga sukses selalu!!
Ada satu tradisi unik dan menarik yang ada di Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin. Tradisi ini dapat disaksikan pada acara penyambutan para sarjana di lingkungan Jurusan Arsitektur. Jadi, sesuai dengan jadwal wisuda Universitas Hasanuddin yang berkisar 3 sampai 4 kali, maka tradisi ini pun hanya 3 atau 4 kali dalam setahun.
Untuk meraih gelar sarjana di program studi Pengembangan Wilayah & Kota (PWK) 




