Gusdur Murtad ?
Posted in Islam on January 8th, 2010 by Kaimun – Be the first to comment
Gelombang orang yang mendukung GusDur untuk diberi gelar pahlawan nasional terus meningkat. Bahkan sebagian orang berpendapat, gelar tersebut terlalu kecil untuk seorang seperti GusDur. Di saluran-saluran televisi tidak henti-hentinya pujian dan penghargaan kepada GusDur diucapkan.
Nah, di tengah gelombang orang yang mengidolakan GusDur ini ternyata ada ulama yang justru mengatakan GusDur Murtad atau keluar dari agama Islam. Beliau adalah Ustadz Abu Bakar Ba’asyir, ulama yang pernah terkenal karena seringnya muncul di media televisi.
Abu Bakar Ba’asyir memang terlihat tawadhu dan lebih hati-hati menjaga agamanya dibanding GusDur. Jika Abu Bakar Ba’asyir menyuarakan syariat Islam, GusDur menolak mentah-mentah penerapan syariat Islam ini (lihat tulisan-tulisan GusDur dan wawancara dengannya beliau oleh JIL).
Lihat apa perkataan Abu Bakar Ba’syir :
“Maaf, saya tidak memanggil Gus, karena panggilan Gus itu hanya digunakan untuk anak kyai mulia di Jawa Timur”, kata ustad Abu. Ustad Abu mengatakan, “Jadi, mengenai mister Dur, menurut keyakinan saya Mr Dur ini murtad karena dia telah mengatakan semua agama sama , padahal Allah mengatakan Innaddina ‘indallahil Islam, belum lagi perkataan dia soal qur’an porno, dan pluralisme. Orang yang berfaham pluralisme itu murtad karena pluralisme itu menganggap bahwasanya jika kita hidup bersama-sama, kita tidak boleh menggunakan syariat Islam”.
Terus bagaimana seharusnya Islam itu menurut Abu Bakar Ba’asyir :
Orang Islam itu pada jaman nabi juga pluralitas, tapi bagaimana mengaturnya? beliau menjelaskan, “yang berlaku harus hukum Islam, orang kafir boleh hidup dibawahnya, hukum islam yang urusannya ritual berlaku hanya untuk orang Islam saja, orang kafir tidak, tapi hukum Islam yang urusannya untuk peraturan umum berlaku untuk semua, begitulah Islam”.
Pada akhirnya, Abu Bakar Ba’asyir berkata mengenai GusDur :
“Maka insya Allah pendapat saya, keyakinan saya Mr Dur itu murtad, tapi saya tidak memaksa orang berkata begitu. Itu insya Allah berdasarkan dalil-dalil yang kuat dan saya siap diskusi dengan tokoh NU, kyai atau siapa saja, saya tantang diskusi untuk persoalan ini, kalau perlu mubahalah”
Nah, untuk yang tidak sepakat, atau memiliki tanggapan, atau sekedar bertanya, sepertinya bisa menghubungi Abu Bakar Ba’asyir. Selamat berdiskusi.

Ramadhan tidak hanya bulan panen pahala bagi umat 




