Demam Hp Cina
Demam wabah HP cina yang lagi trend di masyarakat akhirnya menjangkitiku juga. Uang dari hasil bisnis online yang baru seminggu terkumpul segera saya tukarkan dengan salah satu HP Cina bermerk MITO, tipe 302. HP nya sih cukup bagus, lengkap dengan fitur dual sim, facebook, java, gprs, doc viewer dan tampilan qwerty.
Nah, sewaktu membeli HP MITO ini, saya akui kalo saya kurang teliti. Saat itu sudah malam hari dan Customer Service (CS) yang jaga pun sudah bersiap-siap mau pulang (terkesan buru-buru). Akibatnya, HP saya bawa pulang tanpa mengenal kondisi yang sebenarnya. Saya pun tidur dan barulah esok harinya saya melihat-lihat HP yang baru saja saya beli. Duh, ternyata suara MP3 alias alias suara speaker luarnya tidak berfungsi.
Saya pun berinisiatif mendatangi stand penjualnya yang terletak di Mall Panakkukang Makassar dekat pintu utama. Tapi itu baru bisa dilaksanakan hari besoknya atau dua hari setelah transaksi pembelian lalu. Di stand penjualan itu saya mengadukan masalah yang saya alami, saya pun bermohon HP bisa ditukarkan dengan yang baru. Alasannya, saya tidak pernah mengutak-atik HP lebih jauh. Swear ni HP baru saya pake untuk menerima dua kali telepon.
Si CS dari HP MITO pada awalnya berkeras, bahwa urusan purna jual adalah urusan service center yang terletak sangat jauh dari situ. Saya pun mengingat pengalaman saya dan teman waktu HP Nokia nya terpaksa berurusan dengan service center, percayalah kawan…!! Tidak ada yang enak berurusan dengan orang-orang di service center, apapun itu.
Saya tetap berkeras supaya HP bisa ditukar saja dengan yang baru. Sempat terjadi adu mulut juga dengan CS HP. Selang berapa waktu kemudian, datang ibu separuh baya yang membawa HP yang sama denganku, dan Oh My God… dia mengeluhkan hal yang sama denganku.
Segera, pagi itu di pintu utama mall Panakkukang Makassar terjadi keributan yang luar biasa. Nah untunglah, di ujung-ujung pertengkaran itu, si CS (seniornya mungkin) mengalah dan mau memenuhi keinginan kami. Hmm, HP saya pun ditukarkan dengan yang baru. Semuanya setelah dua jam adu mulut tanpa arah.






[...] dengan membanjirnya provider internet, saya pun mulai tertarik dengan kartu XL karena mendengar isu dari beberapa media yang [...]